Share This Post

- / Hewan Kesayangan / Ternak / Unggas

Bahaya Pemberian Obat Hewan Sembarangan

Bahaya Pemberian Obat Hewan Sembarangan

Sering sekali pada kasus-kasus tertentu para pemilik hewan peliharaan memberikan obat sendiri kepada hewannya tanpa panduan ataupun resep dokter hewan. Padahal untuk hewan-hewan tertentu obat yang biasa dikonsumsi oleh manusia dapat menimbulkan masalah bagi hewan sampai dengan kematian. Dosis pemberian obat untuk manusia pun jauh berbeda dengan dosis  pada hewan. Berikut beberapa obat yang banyak tersedia di pasaran yang sering disalah gunakan aplikasinya pada hewan:

  1. Demam merupakan salah satu indikasi dari hewan kita sedang terserang penyakit atau kondisinya sedang tidak fit. Demam merupakan salah satu keluhan penyakit yang paling sering dialami bagi sahabat pet lovers. Obat yang tersedia dipasaran pun cukup banyak yang bisa digunakan untuk menurunkan demam di manusia. Akan tetapi obat-obatan untuk manusia tersebut tidak semuanya cocok untuk hewan peliharaan ditambah lagi dengan dosis yang berbeda. Paracetamol merupakan obat yang sangat sering kita jumpai di toko-toko di sekitar kita. Obat demam ini merupakan obat andalan bagi manusia untuk menurunkan demam. Akan tetapi bagi kucing paracetamol adalah racun. Paracetamol akan tetap mengalir di dalam darah karena kucing tidak memiliki enzim glukoronil transferase yang mampu mengurai paracetamol.
  2. Ivermectin yang biasa digunakan untuk obat anti cacing dan kutu pun sangat berbahaya apabila aplikasinya salah. Ivermectin merupakan obat ampuh yang tersedia di pasaran untuk membasi endoparasit maupun ektoparasit. Akan tetapi untuk anjing-anjing ras collie (righ collie, border collie), Shetland sheepdog (Sheltie), anjing ras collie campiran merupakan jenis anjing yang secara genetic tidak bisa memetabolisme ivermectine. Pemberian natektoparasit lain seperti milbemycin, selamectine cukup aman untuk anjing jenis ini.
  3. Pemberian obat anti cacing (anthelmintik) perlu berhati-hati terutama untuk anjing dan kucing bunting. Albendazole, fenbendazol, dapat menyebabkan kerusakan dan kecacatan pada janin. Sehingga penggunaannya perlu diperhatikan.
  4. Antibiotik merupakan obat yang sangat umum diberikan saat hewan sakit. Akan tetapi pemberian yang tidak sesuai dengan dosis yang tepat akan menimbulkan masalah baru. Antibiotik dengan dosis yang kurang bisa menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik tersebut. Sehingga pemberian antibiotik tersebut tidak akan efektif untuk pemberian selanjutnya. Antibiotik yang kurang tepat dapat mematikan bakteri dalam usus sehingga mengganggu keseimbangan microflora usus, gejala yang sering terlihat adalah diare. Antibiotik bisa menyebabkan infeksi jamur yang parah. Antibiotik tertentu dapat diberikan kepada hewan yang sedang hamil dan menyusui. Pada hewan produksi, antibiotik dapat menyebabkan residu di produknya seperti susu,telur dan daging yang bisa membahayakan manusia.

Share This Post

Leave a Reply