Share This Post

- / Hewan Kesayangan

Tips Memelihara Kitten Persia dengan Baik

Tips Memelihara Kitten Persia dengan Baik

Siapa yang tidak suka dan gemas pada anak kucing kecil gemuk, berbulu panjang dan berwajah pesek? Pada umumnya orang akan gemas melihat Kitten Persia pada pandangan pertamanya. Namun untuk merawat kucing kecil tersebut agar tetap dapat tampil lucu dan menggemaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut di bawah ini informasi mengenai kucing Persia mulai dari sejarah dan perawatannya.

Kucing Persia adalah jenis kucing berbulu panjang yang ditandai dengan wajah bulat dan moncong pendek. Ia juga dikenal sebagai “Persia Longhair” di negara-negara berbahasa Inggris. Di wilayah Timur Tengah, mereka secara luas dikenal sebagai “kucing Shirazi” dan di Iran mereka dikenal sebagai “kucing Shiraz”. Nenek moyang Kucing Persia yang pertama kali didokumentasikan diimpor ke Italia dari Persia (sekarang dikenal sebagai Wilayah Iran) sekitar tahun 1620. Kucing jenis ini mulai populer di kalangan penggemar kucing pada akhir abad ke-19. Kucing ini awalnya dikembang biakan pertama kali oleh Inggris, kemudian disusul oleh peternak Amerika Serikat setelah Perang Dunia Kedua.

Kucing Persia asli memiliki bulu abu-abu mengkilap. Namun, karena pembiakan selektif, mereka sekarang memiliki serangkaian warna yang berbeda. Pada umumnya warna mata mereka sesuai dengan warna mantel mereka. Misalnya, Persia putih cenderung memiliki mata biru atau tembaga, sedangkan Persia perak atau emas memiliki mata hijau dan kucing berwarna solid memiliki mata tembaga.

Penyakit yang Sering Timbul

Selain mendatangkan variasi warna, pembiakan selektif pada kucing Persia juga menyebabkan munculnya kucing Persia dengan wajah yang semakin datar (pesek). Kesehatan. Sayangnya selain membuat penampilannya semakin menggemaskan, struktur wajah tersebut dapat membuatnya rentan terhadap sejumlah komplikasi kesehatan, diantaranya :

  • Kesulitan pernapasan
  • Gigi tidak selaras
  • Kondisi mata berair dan entropion (bulu mata terbalik)
  • Sensitivitas panas
  • Rentan terhadap kurap (karena bulu panjangnya), kondisi kulit yang menyebabkan gatal, kemerahan dan kerontokan bulu.

Apabila salah satu gejala di atas muncul pada Kitten Persia peliharaan Anda, bawalah kucing kesayangan Anda tersebut ke Dokter Hewan untuk mendapatkan perawatan yang sesuai. Karena pada umumnya anak kucing lebih rentan sakit daripada kucing yang sudah dewasa.

Memilih Makanan Terbaik untuk Kitten Persia

Wajah datar dan rahang pendek kucing Persia Anda mungkin membuatnya lebih sulit baginya untuk makan makanan kering dan minum cukup air. Anda perlu memperhatikan mengingat masalahnya dalam mengunyah, saat memilih makanan Kitten Persia. Selain memilih makanan yang mudah dimakan dan mendukung hidrasi, makanan tersebut juga harus mencakup nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya sepanjang tahun pertama kehidupannya..

Pastikan Kiten Persia Anda mendapatkan semua nutrisi yang ia butuhkan, sambil membantu mengendalikan gumpalan bulu yang disebabkan oleh bulu panjangnya yang mudah rontok. Ketika memilih mangkuk makan, pilihlah piring atau cawan yang lebar dan dangkal dengan sisi rendah.

Banyak merk makanan Kitten Persia yang dijual dipasaran, namun bila Anda ragu memilih mana makanan yang sesuai untuk kucing kesayangan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke Dokter Hewan langganan Anda.

Share This Post

Leave a Reply